Kisah Lucu Soekarno part I "Permohonan Sang Pengawal"

Soekarno, Bapak Proklamator Republik Indonesia yang telah memimpin Indonesia selama 22 tahun ini, merupakan tokoh sejarah yang tidak hanya diakui di indonesia, tetapi juga di dunia. Keberanian dan kehebatannya patut di acungi jempol karena berhasil membawa indoneisa pada kemerdekaan.

Selain berwibawa, cerdas, dan dapat berkomunikasi dengan baik, di mata keluarga dan orang-orang terdekatnya, Soekarno juga memiliki kepribadian yang humoris. Pasalnya, ia sering kali melontarkan humornya ketika berbicara. Berbagai hal dapat dijadikan humor olehnya, bahkan hal-hal yang berkaitan dengan perempuan. Hehe gimana penasarankan? yu baca kisah lucu part I nya.

Permohonan Sang Pengawal


Selama kepemimpinannya, Soekarno dikenal sering melakukan blusukan. Bahkan, ia biasa melakukan penyamaran setiap melakukan blusukan. Soekarno pernah mengungkapkan bahwa kebiasaan tersebut sangat membantunya dalam hal menilik keadaan yang ada di tengah masyarakat.

Seringkali, Soekarno melakukan blususkan tanpa pengawalan. Bahkan, secara diam-diam, ia keluar dari istana untuk menghindar dari pengawalan. Awalnya, Soekarno dapat melakukan kegiatan tersebut secara sengaja sesuka hatinya dan sesering mugkin. Sebab, saat itu, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa ia melakukan blusukan. 

permohonan sang pengawal


Seiring berjalannya waktu, penjagaan terhadap Soekarno diperketat. Ia pun merasa hal itu menjadi pagar yang tinggi untuk dipanjat. Pasalnya, jumlah penjaga istana meningkat dibandingkan jumlah mereka pada awal kemerdekaan. Ketika penjagaan terhadapnya diperketat, Soekarno pun harus memutar otak agar ia tetap melakukan blusukan sebagaimana sedia kala. Ia pun nekat dan tetap melakukan kebiasaan tersebut.

Lambat laun, kebiasaan blusukan tersebut diketahui. Seringkali, Soekarno keluar dari istana tanpa pengawalan dengan cara menyelinap. Hal itu menimulkan kekhawatiran tersendiri bagi petugas pengamanan presiden yang tergabung dalam Tjakrabirawa. Karena kekhawatiran tersebut, pihak pengamanan presiden memberi peringatan kepada Soekarno. Namun, peringatan itu tidak disampaikan secara tegas melalui bahasa lisan. Sebab, mereka tidak dapat melakukan hal itu mengingat Soekarno adalah seorang presiden. Mereka pun menulis pesan serius dalam sebuah nota. Pesan tersebut berbunyi sebagai berikut :


"Bapak yang tercinta, kami bertanggung jawab atas keselamatan Bapak. karena itu, kami mohon dengan sangat agar bapak tidak lagi diam-diam menyelinap keluar".

Ttd,
Para Pengawal Bapak

                                                      
Dalam sebuah pidatonya, Soekarno membaca nota tersebut seraya tertawa.




Dikutip dari : Mati Ketawa Cara Politisi
Oleh             : Mahawira Abimanyu

Click to comment