Kisah Lucu Soeharto part I "Masa Takut? Kita Semua ini tentara"

Sebagai seorang presiden yang mempertahankan kekuasaannya selama 32 tahun, Soeharto tentunya pernah mengalami masa-masa sulit dan cerah. berbgai pengalaman dirasakan oleh Soeharto mulai dari penolakan masyarakat, jatuh bangun menjaga stabilitas ekonomi, hingga melakukan kebijakan-kebijakan, baik dalam maupun luar negeri. Akan tetapi, siapa sanka di antara berbagai pengalaman lucu pun pernah dialami oleh soeharto. Di luar dari segala pengalaman lucunya, Soeharto juga diketahui sebagai pribadi yang santai dan sedikit humoris.

Namun, kisah-kisah lucu tentang Soeharto baru bermunculan setelah kepemimpinannya berakhir. Bahkan, jargon-jargon humor yang sengaja dibuat untuknya pun bermunculan. Adapun jargon yang belakangan ini muncul adalah kalimat jargon yang menyatakan gambar dirinya dan berbunyi "Piye? Masih penak jamanku to?"  Kalimat tersebut berarti "Bagaimana? Masih enak ketika zaman saya kan? Spanduk dan stiker yang berisi jargon tersebut marak bermunculan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang yudohyono (SBY) dan diyakini sebagai kritik terhadap pemerintahan SBY yang pada pelaksanaannya dianggap berjalan stagnan (kondisi yang terhenti).

Berikut adalah cerita lucu part I yang pernah dialami oleh Presiden Soeharto yang berhasil terekam dalam ingatan orang-orang terdekat maupun kepercayaannya. 

Ksah Lucu Soeharto Part I "Masa Takut? Kita Semua ini tentara"
Ksah Lucu Soeharto Part I "Masa Takut? Kita Semua ini tentara"

Masa Takut? Kita Semua ini tentara

Jika dahulu Soekarno memperlihatkan istilah blusukan, maka kini istilah tersebut kian populer seiring menanjaknya karier politik Presiden Joko Widodo. Ternyata, pada masa kepemimpianan Soeharto, hal semacam itu juga dilaksanakan, tetapi dengan istilah lain, yaitu inkognito. Kegiatan tersebut gencar dilakukan oleh Soeharto secara diam-diam pada awal kepemimpinannya sehingga tahun 1980-an. Kunjungan inkognito yang dilakukan dengan sangat rahasia tanpa ada menteri yang mengetahuinya. Dalam kunjungan-kunjungan tersebut, Soeharto lebih suka menggunakan mobil jip pribadinya dengan pengawalan yang tidak terlalu ketat, daripada menggunakan mobil kepresidenan dengan pengawalan yang mencolok.

Presiden Soeharto menunjuk Pasukan Pengawalan Presiden (Paswalpres) khusus untuk kegiatan inkognitonya tersebut denga jumlah personil yang sedikit, sehingga tidak mencolok. Namun, para personil Paswalpres yang salah satunya adalah Kolonel Try Sutrisno justru merasa sedikit waswas dengan pengawalan yang sekadarnya tersebut. Kekhawatiran itu pun disampaikan kepada Soeharto secara langsung. Namun, Soeharto menanggapi keluhan tersebut dengan santai. Kemudian, ia pun memberi jawaban lucu dengan mengatkan, "Masa takut? Kita semua ini tentara".


Dikutip dari : Buku Mati Ketawa Cara politisi - Mahawira Abimanyu

Click to comment