Sejarah Singkat Nabi Yaqub A.S.

Nabi Yaqub A.S. adalah nabi kesepuluh. Ia adalah putra Nabi Ishak. Semasa remaja, Yaqub tinggal bersama pamannya di Babylonia. Kemudian, ia menikah dengan kedua putri pamannya. Yaqub diangkat menjadi nabi dan berdakwah di Palestina dan Syiria. Ia wafat di Hebron, Palestina.

Sejarah Singkat Nabi Yaqub A.S.
lampu-islam.blogspot.com

Sejarah Singkat Nabi Yaqub A.S.

Yaqub Tinggal Bersama Pamannya

Nabi Ishak memiliki dua orang anak, Ish dan Yaqub. Ish sering merasa iri kepada Yaqub. Ia merasa ayah dan ibunya lebih memerhatikan Yaqub daripada dirinya. Singkat kata, Ish tidak senang kepada Yaqub. Melihat kondisi tersebut, Nabi Ishak dan istrinya (Rifqah) menyarankan Yaqub agar tinggal bersama pamannya, Laban. Laban tinggal di Fadan Aram, Babylonia. Yaqub menyetujuinya.

Yaqub berangkat menuju rumah pamannya di Babylonia. Sesampainya di sana, ia disambut dengan baik oleh pamannya. Laban adalah orang yang sangat baik hati. Ia dikenal sebagai orang kaya yang dermawan.

Yaqub tumbuh dalam asuhan Laban. Ia tumbuh menjadi pemuda yang saleh, cerdas, dan giat. Yaqub disukai oleh seluruh anggota keluarga Laban.

Pernikahan Yaqub

“Dan (diharamkan) mengumpulkan dalam (pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sungguh Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(QS. An-Nisaa` [4]: 23)

Yaqub telah dewasa. Sudah waktunya bagi Yaqub untuk menikah. Laban menawarkan kepada Yaqub untuk dinikahkan dengan putri sulungnya, Layya. Namun, Yaqub menyukai Rahiel, adik Layya. Akhirnya, dicapai kesepakatan bahwa Yaqub menikahi Layya terlebih dahulu, baru kemudian boleh menikahi Rahiel.

Yaqub pun menikahi Layya. Selama tujuh tahun, Yaqub menggembala kambing yang kelak digunakan sebagai mas kawin menikahi Rahiel. Setelah tujuh tahun, Yaqub pun menikahi Rahiel. Pada masa itu, belum ada larangan mengumpulkan dua perempuan kakak beradik untuk dinikahi.

Kemudian, untuk mengurus keperluan rumah tangga anaknya, Laban memberikan dua orang pembantu. Seorang bernama Zulfa untuk membantu Layya. Seorang lagi bernama Balhah untuk membantu Rahiel.

Beberapa tahun kemudian, kedua istri Yaqub mempersilakan Yaqub untuk menikahi Zulfa dan Balhah. Dari keempat istrinya, Yaqub dikaruniai dua belas orang anak.

Dari pernikahannya dengan Layya, Yaqub dikaruniai enam orang anak; Raubin, Syam`un, Lewi, Yahuza, Yasyzar, dan Zabulon. Dari pernikahannya dengan Rahiel, Yaqub memiliki dua orang anak; Yusuf dan Bunyamin. Dari pernikahannya dengan Balhah, Yaqub dikaruniai dua orang anak; Dan dan Neftalia. Dari pernikahannya dengan Zulfa, Yaqub dikaruniai dua orang anak; Jad dan Asyir.

Yaqub Diangkat Menjadi Nabi

“Maka ketika ia (Ibrahim) sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah. Kami anugerahkan kepadanya Ishak dan Yaqub. Dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi.” (QS. Maryam[19]: 49)

Yaqub adalah seorang yang taat kepada Allah. Ia juga seorang yang baik hati, dermawan, dan suka menolong sesama. Yaqub juga dikaruniai tubuh yang kuat dan ilmu pengetahuan yang tinggi.

Dengan kelebihan yang dimilikinya itu, Yaqub akhirnya diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul. Yaqub berdakwah di Palestina dan Syiria

Dakwah Nabi Yaqub

“Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah.” (QS. Al-Anbiyaa` [21]: 73)

Nabi Yaqub menyeru umat manusia agar menyembah Allah dan bertakwa kepada-Nya. Ia juga menyeru umatnya agar taat melaksanakan shalat, membayar zakat, dan gemar berbuat kebajikan.

Selama menjalankan tugas dakwah, Nabi Yaqub sering menolong kaumnya. Kelembutan hati Yaqub membuat kaumnya simpati kepadanya. Mereka banyak yang mengikuti ajaran Nabi Yaqub. Nabi Yaqub wafat di Hebron, Palestina.

Hikmah Kisah

Kita bisa memetik pelajaran berharga dari kisah Nabi Yaqub AS. Ia mampu bersikap bijaksana untuk menyelamatkan keretakan persaudaraan antara kakak-adik.

Selain itu, sebagai hamba Allah kita harus taat kepada-Nya, memiliki ilmu dan wawasan yang luas, bermanfaat bagi orang lain, serta berakhlak mulia. Tujuannya, agar kita bisa sukses dan disukai banyak orang.

Kisah ini diambil dari buku yang berjudul Kisah Menakjubkan 25 Nabi & Rasul, Semoga cerita ini dapat bermanfaat bagi kalian semua.

Click to comment