Kisah Lucu BJ.Habibie part II "Karena Ayah Saya Pernah Makan Daging Orang Jerman"

Selamat datang kembali kami sampaikan kepada para pembaca setia artikel berkaspengetahuan.com, kali ini kami menyajikan kisah lucu dari BJ.Habibie yang sebelumnya kami telah share Kisah Lucu BJ.Habibie part I nya. Dan sekarang lanjut ke kisah yang lebih menggelitikan lagi hehe yang berjudul Karena Ayah Saya Pernah Makan Daging Orang Jerman. To the point aja ya :) 

Kisah Lucu BJ.Habibie part II "Karena Ayah Saya Pernah Makan Daging Orang Jerman"
liputan6.com


Berdarah Jerman: Karena Ayah Saya Pernah Makan Daging Orang Jerman

Karier akademik Habibie yang cemerlang melahirkan banyak pertanyaan di benak teman-teman dan masyarakat Jerman kala itu. Habibie berhasil mencuri perhatian banyak orang yang merasa penasaran dengan negara asalnya, sedangkan ia sangat fasih berbahas Jerman. Banyak orang yang mengira bahwa ia masih keturunan Jerman. Maka dari itu, ia dapat menguasai bahasa Jerman dengan baik.

Pernah suatu ketika, Habibie berusaha memberi pengertian bahwa ia berasal dari Indonseia, tetapi hal itu justru membuatnya repot. Pasalnya, ia harus menjelaskan kepada teman-temannya tentang letak Indonesia. Sementara mereka justru mengira bahwa Indonesia merupakan bagian dari Bali, karena Bali lebih populer di kalangan mereka.

Habibie yang terus-terusan dicecar mengenai latar belakang negara dan keluarganya pun kehilangan arang untuk menjawab berbagai pertanyaan yang terus-terusan hadir. Ia selalu merasa repot karena harus menjawab pertanyaan tersebut dengan susah payah. Maka, pada suatu kesempatan, ketika ia mendapat pertanyaan mengenai orang tuanya, "Apakah bapak atau ibu kamu orang Jerman?"  Habibie menjawab bahwa orang tuanya tidak ada yang berdarah Jerman, tetapi ayahnya seorang kanibal yang pernah memakan daging orang Jerman, "Maka sejak itulah, saya berdarah Jerman," timpalnya. Tentunya, pernyataan tersebut mengundang tawa antara dirinya dan rekannya. 

Itulah postingan kami kali ini mengenai kisah lucu presiden ke-III kita, semoga terhibur dan menambah wawasan para pembaca yang budiman. Terimakasih telah berkunjung :) 

*Dikutip dari buku MATI KETAWA CARA POLITISI - Mahawira Abimanyu

Click to comment